Narapidana Lapas Cilacap Mulaf. Jemput Hidayah dari Balik Jeruji

Cilacap, Haloterkini.com  – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cilacap. Salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi mengikrarkan dua kalimat syahadat, menandai langkah barunya sebagai seorang mualaf, Selasa (10/1).

‎Prosesi sakral ini dibimbing langsung oleh Pembina Rohani Islam Lapas Cilacap, Ustadz Toufik Imthikani, dengan disaksikan oleh jajaran petugas Lapas dan warga binaan pemasyarakatan.

‎Keputusan WBP seorang Narapidana berinisial P untuk memeluk agama Islam bukanlah keputusan yang instan. Hal ini merupakan buah dari program pembinaan kepribadian yang intensif di Lapas.

‎“Hidayah itu datang dari Lingkungan pembinaan yang serasa memberikan ketenangan dan suasana nyaman dengan nilai-nilai kebersamaan yang sejuk menjadi salah pendorong saya untuk lebih mengenal dan mendalami ajaran Islam,” ujarnya.

‎Ia mengaku setelah mengucap dua kalimat syahadat, terdapat ketenangan hati dan pikiran yang dirasakan oleh P yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

‎”Kami di Lapas Cilacap tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk menemukan ketenangan batin. Hidayah adalah hak prerogatif Tuhan, kami hanya memfasilitasi jalannya,” ujar Toufik Imthikani usai prosesi.

‎Lebih lanjut, Toufik menekankan bahwa perubahan keyakinan ini murni didasari oleh kesadaran pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun. Ia pun berpesan agar WBP yang baru saja bersetatus mualaf sungguh-sungguh dalam mempelajari tata cara ibadah keyakinan barunya.

‎Dengan bertambahnya warga binaan yang hijrah, Lapas Kelas IIB Cilacap terus membuktikan diri sebagai tempat perbaikan diri yang efektif, di mana jeruji besi bukan penghalang bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *