Gaza – Konflik berkepanjangan antara Israel dan wilayah Gaza terus menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan sipil, terutama sektor pendidikan. Serangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan telah menghancurkan banyak sekolah dan fasilitas pendidikan, memaksa anak-anak untuk tetap belajar dalam kondisi darurat. Minggu 3/5/2026.
Sejumlah dokumentasi yang beredar menunjukkan anak-anak Palestina mengikuti kegiatan belajar di ruang terbuka, duduk di atas tanah, dengan pecahan beton dan sisa bangunan digunakan sebagai meja seadanya.
Kondisi ini mencerminkan keterbatasan ekstrem yang dihadapi warga sipil di tengah konflik.
Menurut laporan berbagai sumber kemanusiaan, kerusakan infrastruktur pendidikan di Gaza terjadi secara luas. Banyak sekolah tidak lagi dapat digunakan, sementara ribuan keluarga terpaksa mengungsi akibat intensitas serangan yang meningkat.
Hal ini berdampak langsung pada keberlangsungan pendidikan generasi muda.
Selain kehilangan akses ruang belajar yang layak, anak-anak juga menghadapi tekanan psikologis akibat situasi konflik, pengungsian, serta kehilangan anggota keluarga.
Para relawan dan tenaga pendidik lokal berupaya mempertahankan kegiatan belajar seadanya guna menjaga harapan dan masa depan anak-anak di wilayah tersebut.
Komunitas internasional terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan fasilitas pendidikan, sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Namun hingga saat ini, situasi di Gaza masih dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda stabil.
Perkembangan konflik ini terus menjadi perhatian dunia, seiring meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak, khususnya dalam sektor pendidikan dan perlindungan anak. (*)🇦🇪




