Banner IDwebhost

Prodi HI FISIP UB Gelar Pelatihan Pendidikan Global Citizenhip dan Pendidikan Perdamaian Bagi Guru dan Siswa 

WONOSOBO (HTC) – Wonosobo dikenal sebagai kota yang mendeklarasikan dirinya sebagai Kabupaten Ramah HAM sejak 2014 dan disahkan melalui Perda Kabupaten Ramah HAM pada April 2016.

Melalui deklarasi tersebut, Wonosobo bercita-cita menjadi kota yang ramah terhadap hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan serta hak atas rasa aman dan hak perempuan. 

Sebuah kota ramah HAM secara umum ditujukan untuk memberikan dampak positif bagi perbaikan layanan publik, penghormatan dan toleransi, serta peningkatan kesejahteraan rakyat.
Wonosobo memang layak menjadi contoh terbaik Kabupaten Ramah HAM.

Dalam hal toleransi misalnya, toleransi tinggi antar umat beragama yang telah diterapkan oleh masyarakat di wilayah Dieng menjadi potret moderasi beragama yang layak dicontoh. Ini sangat dibutuhkan dalam masyarakat yang plural seperti Indonesia ini.

Dalam rangka mendukung dan mereplikasi apa yang sudah diinisiasi oleh Kabupaten Wonosobo, sejumlah tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen program studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya bekerjasama dengan sejumlah sekolah di Wonosobo menyelenggarakan pelatihan Pendidikan Global Citizenship dan Pendidikan Perdamaian dan bagi siswa dan guru.

Pelatihan Pendidikan Global Citizen Education dan Pendidikan Perdamaian adalah program Pengabdian kepada Masyarakat yang memang secara rutin diselenggarakan oleh tim-tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya setiap tahunnya.

Bahkan di masa pandemi, pelatihan-pelatihan ini tetap dilakukan secara daring. Sekolah-sekolah yang terlibat dalam kegiatan tahun ini adalah SMA NU Kejajar, SMK Nu Kejajar, dan SDN BUNTU 1 dan 2 Kabupaten Wonosobo.

Tim-tim penyelenggara digawangi oleh sejumlah dosen program studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya : PM. Erza Killian, Mely Noviryani, M. Riza Hanafi, Ni Komang Desy Ara Pinatih, Dian Mutmainah dan Primadiana Yunita.

Dalam pelatihan Global Citizenship Eduxation (GCED) peserta didik atau siswa diberdayakan untuk berperan aktif dalam menghadapi dan mengatasi tantangan global dan menjadi kontributor yang proaktif untuk dunia yang lebih damai, toleran, inklusi dan aman.

Untuk mendukung peran ini, diberikan juga pelatihan Pendidikan Perdamaian yang mengenalkan nilai-nilai perdamaian dan ketrampilan hodup dalam keberagaman dan mengelola perbedaan dan konflik.

Kedua pelatihan juga diberikan kepada guru-guru untuk mengintegrasikan GCED dan Pendidikan Perdamaian dalam proses belajar mengajar di kelas.

Kedua jenis pelatihan ini akan dilaksanakan tanggal 3 November di masing-masing sekolah secara luring.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *