Gelombang Boikot Menguat, Ribuan Seniman Desak Israel Dikeluarkan dari Eurovision 2026

Jakarta – Gelombang protes terhadap keikutsertaan Israel dalam Kontes Lagu Eurovision 2026 semakin meluas. Lebih dari 1.100 seniman dan pelaku industri musik dunia menyerukan boikot ajang tersebut jika Israel tidak dilarang berpartisipasi.

Seruan itu dituangkan dalam surat terbuka internasional yang digagas oleh kampanye No Music For Genocide. Dalam pernyataannya, para seniman menilai keikutsertaan Israel berpotensi “menormalkan” konflik dan krisis kemanusiaan di Gaza, Jumat 24/4/2026

Sejumlah nama besar turut menandatangani surat tersebut, di antaranya Brian Eno, Massive Attack, Macklemore, hingga Roger Waters. Mereka mendesak European Broadcasting Union (EBU) agar mengambil langkah tegas, sebagaimana pernah dilakukan terhadap Rusia pada 2022.

Tidak hanya itu, para penandatangan juga mengajak penyiar, artis, dan penggemar untuk tidak berpartisipasi dalam Eurovision selama Israel masih diizinkan tampil. Mereka menilai sikap EBU tidak konsisten dalam menegakkan prinsip netralitas dan hak asasi manusia.

Dampak dari polemik ini mulai terlihat. Beberapa negara seperti Spanyol, Irlandia, Islandia, Slovenia, dan Belanda dilaporkan telah memutuskan untuk menarik diri dari ajang Eurovision 2026 sebagai bentuk protes.

Meski demikian, pihak EBU tetap mempertahankan keputusan untuk mengizinkan Israel berpartisipasi, sehingga potensi boikot besar-besaran disebut sebagai salah satu krisis terbesar dalam sejarah Eurovision.

(Sumber: Al Jazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *