Hadir di Tengah Duka Kebakaran Desa Liang, Kapolsek Kota Bangun Rangkul Warga dan Pastikan Penanganan Pasca-Bencana

Kukar – Di tengah keheningan dini hari yang berubah menjadi kepanikan, jajaran Polsek Kota Bangun hadir bukan sekadar sebagai petugas keamanan, melainkan sebagai sandaran bagi warga Desa Liang yang tengah berduka. Kebakaran hebat yang melanda Dusun Kampung Baru pada Kamis (23/04/2026) dini hari tadi menyisakan duka mendalam bagi lima keluarga yang kehilangan tempat bernaung.

Sejak api pertama kali berkobar pada pukul 01.45 WITA, Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan, bersama personelnya langsung terjun ke tengah kerumunan warga. Di bawah guyuran sisa hawa panas kebakaran, polisi tampak berjibaku membantu evakuasi barang berharga dan merangkul para lansia serta anak-anak untuk menjauh ke area yang lebih aman.

Kapolsek Kota Bangun menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa delapan Kepala Keluarga (KK) tersebut. “Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa Polri tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi masa sulit ini sendirian. Kami memastikan keselamatan warga adalah prioritas utama kami di atas segalanya,” ungkap AKP Asnan dengan nada empati.

Tak hanya fokus pada pemadaman api bersama petugas Damkar dan relawan, personel kepolisian juga terlihat memberikan ketenangan bagi para korban yang syok. Setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 03.35 WITA, kepolisian langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk mendirikan Posko Darurat.

“Kami ingin memastikan para korban memiliki tempat istirahat yang layak dan akses bantuan yang cepat. Tugas kami belum selesai saat api padam; pengamanan di posko dan pendampingan psikis bagi warga yang trauma menjadi fokus kami selanjutnya,” tambah Kapolsek saat meninjau lokasi posko pada subuh harinya.

Dalam rapat darurat bersama unsur pimpinan kecamatan, AKP Asnan menekankan pentingnya sinergi untuk memulihkan kondisi sosial warga. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pemilik rumah, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memastikan bahwa proses identifikasi penyebab kebakaran akan dilakukan secara profesional namun tetap mengedepankan sisi humanis.

Meski kerugian materiil ditaksir mencapai angka Rp 3 miliar, kehadiran Polri dan tim gabungan di lokasi memberikan secercah harapan bagi warga. Ucapan syukur terdengar di tengah puing-puing bangunan karena tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa pilu ini.

“Kami akan terus mendampingi warga Desa Liang hingga situasi benar-benar pulih. Bagi kami, keamanan dan kenyamanan mereka adalah tanggung jawab moral yang kami emban sepenuhnya,” pungkas AKP Asnan sambil menyerahkan bantuan awal di posko darurat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *